logo

Teropong Senayan

Jumat, 22 Maret 2019 | Edisi : Indonesia
Komentar

Ketua DPR Minta Kebudayaan Dijadikan Inspirasi Bagi Pemerintah

Rabu, 11 Apr 2018 - 21:46:19 WIB
M Anwar, TEROPONGSENAYAN
72Bamsoet-Kebudayaan.jpg
Sumber foto : Humas DPR RI
Bambang Soesatyo saat menerima Lembaga Seni, Budaya dan Olahraga (LSPO) Muhammadiyah di ruang kerja pimpinan DPR RI, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan, kebudayaan seharusnya memberikan inspirasi kreatif bagi pemerintah sehingga produk politik, hukum, ekonomi dan sosial diproduksi sesuai nilai-nilai budaya Pancasila.

Kebudayaan, menurutnya, saat ini masih diidentikan dengan pertujukan seni atau hiburan semata karena dianggap sebelah mata oleh banyak kalangan.

“Kebudayaan harusnya diposisikan sebagai sistem nilai yang mendasari penyusunan kebijakan bangsa dan negara. Dan kebijakan itu harus mempertimbangkan karakter masyarakat Indonesia agar lebih berbudaya dan beradab di tengah maraknya radikalisme serta terorisme,” papar Bamsoet saat menerima Lembaga Seni, Budaya dan Olahraga (LSPO) Muhammadiyah di ruang kerja pimpinan DPR RI, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Politisi Golkar dengan panggilan akrab Bamsoet ini menuturkan, kebudayaan harus mempunyai ideologi dan diatur dalam kebijakan.

“Bisa dikatakan saat ini bangsa kita masih kering mengusung kebudayaan dan peradaban yang sesuai nilai-nilai Pancasila. Menjadi tugas penting bagi kita semua untuk memberi ruh, terutama kepada para pemimpin bangsa kita,” kata Bamsoet.

Ia menilai, banyak pihak masih bekerja dengan mengedepankan ego sektoral dan tidak mengisi ruang kosong. Sehinggga rasa kekeluargaan berkurang, terjadi pertarungan politik tanpa adab serta saling menyerang. 

“Kebudayaan Indonesia sangat beragam. Seharusnya, kita bisa bersikap saling menghormati, menghargai, toleransi dan bersama-sama dalam membangun bangsa dan negara. Tapi, faktanya kita terus konflik, ego sektoral diutamakan, korupsi merajalela serta memarginalisasi pihak yang kalah,” jelas Bamsoet.

Dalam kesempatan yang sama Bamsoet mengingatkan, saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami revolusi informasi yang luar biasa. Masyarakat Indonesia tengah diserang oleh teknologi atau proxy war, dimana yang diserang adalah alam pikir serta perilaku masyarakat.

“Informasi hoax banyak beredar untuk mengadu domba antar masyarakat kita sendiri. Karenanya, sangat penting bagi kita untuk mengusung serta mengimplementasikan kebudayaan peradan bangsa yang sesuai nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” pesan Bamsoet.(yn)