logo

Teropong Senayan

Jumat, 22 September 2017 | Edisi : Indonesia

Johnson Panjaitan : Bahaya Bila di KPK Ada Friksi

Sabtu, 02 Sep 2017 - 17:25:42 WIB
M Anwar , TEROPONGSENAYAN
1ENO_2107.JPG
Sumber foto : Istimewa
Johnson Panjaitan saat Rapat Dengar Pendapat dengan Pansus KPK DPR RI, Kamis (31/8/2017)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Bila terjadi friksi di lembaga yang memiliki kewenangan luar biasa seperti KPK, berarti lembaga tersebut dalam keadaan bahaya. KPK bisa kehilangan kredibilitasnya dengan friksi yang terjadi antar-kelompok penyidiknya.

Demikian diungkapkan Advokat Johnson Panjaitan, Kamis (31/8/17), di Gedung DPR RI. Johnson mengatakan hal itu mengomentari pernyataan Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman yang diungkap di hadapan Pansus baru-baru ini.

“Saya kecewa denga Ketua KPK yang mengatakan bahwa friksi itu biasa dan terjadi di mana-mana,” ucap Jonhson.

Menurut Johnson, KPK dibentuk sebagai lembaga luar biasa. Friksi yang tajam terjadi di dalamnya bisa menggoyahkan lembaga antirasuah itu. “Kan, kita bikin KPK karena luar biasa. Jadi kalau di lembaga yang luar biasa terjadi friksi juga seperti di lembaga yang biasa, itu berarti dalam keadaan bahaya. Ada masalah besar,” katanya.

Johnson mensinyalir, masalah besar yang ada di tubuh KPK itu ditutup-tutupi dengan cara memperbanyak operasi tangkap tangan (OTT). Dengan begitu, lembaga ini tetap terlihat baik di mata publik.

“Saya khawatir salah satu cara untuk menutupi itu, ya dengan OTT-OTT ini. Selama ini kita melihat OTT sebagai prestasi. Tapi kalau hampir tiap bulan ada OTT, lama-lama curiga juga bahwa ini bukan prestasi lagi, karena di dalamnya ada friksi-friksi,” nilainya.(dia/dpr)