logo

Teropong Senayan

Jumat, 22 September 2017 | Edisi : Indonesia

Ketua DPR RI : Idul Adha, Kurbankan Kepentingan Pribadi di Atas Kepentingan Bangsa

Jumat, 01 Sep 2017 - 05:55:03 WIB
M Anwar , TEROPONGSENAYAN
92IMG_20170901_054857.jpg
Sumber foto : Istimewa
Ketua DPR RI Setya Novanto

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua DPR RI Setya Novanto memaknai hari raya Idul Adha sebagai saat yang tepat untuk mengurbankan kepentingan pribadi di atas kepentingan bangsa dan negara. Dia mengajak semua pihak untuk memaknai hakikat Idul Adha ini.

“Besok, kita akan merayakan Hari Raya Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1438 H. Disaat bersamaan jutaan saudara-saudara kita sesama muslim melaksanakan ibadah Haji di Tanah Suci Mekkah. Mereka dari berbagai negara berkumpul, beribadah dan menyatukan niat. Tak memandang bangsa, bahasa, warna kulit, jabatan, maupun status sosial, semua dipersatukan dalam semangat mengharapkan ridha Allah SWT. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, saya berharap spirit ibadah haji senantiasa bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Novanto, Kamis (31/8/2017).

Dilanjutkannya, Hari Raya Idul Adha ataupun prosesi Haji, tak terlepas dari kisah Nabi Ibrahim AS. Di tengah ujian Nabi Ibrahim AS tetap menghadapinya dengan keimanan dan kesabaran. Nabi Ibrahim AS mencontohkan pelajaran tentang keikhlasan yang sungguh tak ternilai harganya. Ini menjadi tuntunan hidup dan memberikan inspirasi bagi kita untuk meningkatkan kesalehan.

Di Hari Raya Idul Adha, kita juga diajarkan untuk berkurban. Qurban dalam bahasa Arab berasal dari tiga huruf: Qaf, Ro, dan Ba, yang berarti dekat. Sehingga sejatinya berqurban tidak terbatas pada qurban nahr dengan menyembelih binatang. Kita juga bisa maknai sebagai segala bentuk amalan yang diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Spirit atau semangat berkurban sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Berkurban kental dengan nilai kesetiakawanan dan ukhuwah. Mengajarkan kita untuk mementingkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan kelompok, membuat bangsa kita terhindar dari perpecahan. Sehingga negara yang kita cintai ini tetap kokoh berdiri,” tambah politisi dari Fraksi Partai Golkar ini.

Lebih dari itu, Novanto juga menilai Idul Adha juga mengajarkan kita untuk senantiasa bersyukur. Begitu banyak nikmat dan karunia yang telah dilimpahkan Allah SWT kepada diri kita pribadi, maupun kepada bangsa Indonesia. Dengan bersyukur, Insya Allah kita akan menjadi pribadi yang lebih baik, bangsa dan negara semakin maju, semakin dilimpahkan rahmat dan karunia oleh Allah SWT, Amiin YRA.(dia/dpr)