logo

Teropong Senayan

Jumat, 22 September 2017 | Edisi : Indonesia

UU Sistem Perbukuan Ciptakan Buku Mutu, Murah dan Merata

Kamis, 31 Agu 2017 - 19:00:00 WIB
Ferdiansyah, TEROPONGSENAYAN
66Komis-X-DPR-ke-Semarang.JPG
Sumber foto : Humas DPR
Tim Kunspek Komisi X DPR melakukan sosialisasi UU nomor 3 tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan

SEMARANG (TEROPONGSENAYAN)--Tim Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi X DPR RI melakukan sosialisasi UU Nomor 3 Tahun 2017 mengenai Sistem Perbukuan di Semarang, Jawa Tengah. Pertemuan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR Sutan Adil Hendra itu membahas gerakan 3M yaitu penyediaan Buku yang Mutu, Murah dan Merata dalam proses pembelajaran. 

Hadir dalam acara ini  Perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Bupati Semarang, Kepala Dinas Pendidikan Semarang, Kendal dan Demak serta perwakilan penulis dan penerbit di Jawa Tengah.

Menurut Sutan, jika bangsa adalah sebuah tubuh, maka pengetahuan dalam pengertiannya yang paling luas adalah oksigen yang menentukan kesehatan dan keutuhan bangsa tersebut. Salah satu cara mendapatkan pengetahuan adalah dengan membaca buku.  

“Jika kita berbicara buku, buku adalah sumber ilmu berarti kita memiliki pandangan buku merupakan senjata SDM kita, jika kita terus membaca kita akan memiliki intelektual dan SDM yang berkelanjutan,” tutur SAH panggilan akrab Pimpinan Komisi X ini.

Politisi senior dan juga anggota Komisi X DPR Popong Otje Djundjunan yang turut serta dalam kunjungan tersebut, menuturkan dengan adanya UU Sistem Perbukuan maka orang tidak seenaknya menulis tapi harus terfokus kepada sistem pendidikan Pancasila, dan tidak boleh keluar dari garis-garis tersebut.

“Dengan adanya UU Sistem Perbukuan yang paling penting adalah buku teks utama yang berlaku di sekolah-sekolah adalah gratis sehingga tidak memberatkan orangtua siswa,” tutur Popong.

Dia juga menyoroti sistem pendidikan Indonesia yang relatif tertinggal dibanding negara yang baru merdeka, sitem pendidikan Indonesia sering berubah-ubah ketika ganti menteri maka ganti juga sistem pendidikannya.

Penerbit buku di wilayah Semarang juga sangat mengapresiasi terbitnya UU Sistem Perbukuan yang akan menciptakan buku yang mutu, murah dan merata.

“Saya menyambut baik dengan kunjungan Komisi X ke Semarang, saya harap dengan kunjungan ini  dapat meningkatkan gairah penerbit-penerbit di daerah ini untuk ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” tutur penerbit Aneka Ilmu Suwanto.

Ketua Tim Kunspek Sutan Adil Hendra sangat mengapresiasi upaya penerbit Airlangga yang ikut berpartisipasi dalam mencerdaskan siswa-siswi dengan cara meluncurkan gerakan literasi sekolah.

Gerakan literasi sekolah dapat menjangkau wilayah terpencil karena penerbit berkunjung ke sekolah dan memberikan buku bacaan gratis untuk meningkatkan minat baca anak-anak.

Ikut serta dalam Kunspek ini anggota Komisi X DPR RI Wayan Koster, Sofyan Tan, Ridwan Hisjam, Nuroji, Iwan Kurniawan, Amran, SY Anas Tahir, Anwar Idris dan Yayuk Sri Rahayu.(yn)