logo

Teropong Senayan

Jumat, 22 September 2017 | Edisi : Indonesia
Info DPR

Mantap, Jerman Nilai DPR Parlemen Paling Terbuka Se-Asean

Rabu, 09 Agu 2017 - 17:47:53 WIB
M Anwar , TEROPONGSENAYAN
8220170809_174126.jpg
Sumber foto : Istimewa
Koordinator Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Bernardo R. Agawin, saat menjadi narasumber AIPA Connect Roadshow di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (9/8/2017)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Koordinator Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Bernardo R. Agawin, sebuah penyedia jasa pengembangan teknologi untuk AIPA yang dinaungi lembaga swadaya Jerman, mengatakan DPR merupakan parlemen paling terbuka diantara negara Asia Tenggara (Asean).

Hal ini dinyatakannya saat menjadi narasumber AIPA Connect Roadshow yang diselenggarakan Biro Kerja Sama Antar Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI bekerjasama dengan Sekretariat AIPA (Asean Inter-Parliamentary Assembly) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Dalam studi yang dilakukan pemerintah Jerman, Bernard menyampaikan Parlemen Indonesia menempati urutan pertama kategori parlemen tertransparan diantara parlemen negara kawasan. Sebab, dalam praktiknya, parlemen Indonesia sangat terbuka kepada stakeholdersnya.

“Kami mengukur bagaimana aspek transparansi dalam proses penganggaran, kami melakukan studi, dan ternyata Indonesia peringkat teratas karena memiliki praktik yang sangat terbuka, transparan kepada stakeholdersnya,” jelas pria asal Filipina.

Lebih lanjut, menurutnya, hal ini juga didukung dengan keterbukaan DPR RI terhadap perkembangan teknologi informasi. “Misalnya DPR punya media online dan TV Parlemen, sehingga masyarakat bisa mencermati apa yang sedang dibahas dan ke arah mana politik anggaran diarahkan,” sambungnya.

Sementara itu, masih dikemukakan dia, tujuan diadakannya AIPA Connect Roadshow ini sejalan dengan keinginan untuk mengintegrasikan negara Asean. Melalui AIPA Connect, sebagai platform elektronik, akan memfasilitasi jalur komunikasi bagi user untuk memungkinkan pengguna belajar dan berbagi informasi. Sebagaimana tujuan AIPA untuk menggagas Asean Connectivity pada tahun 2025.

Hal senada diungkapkan Biro KSAP Endah Tjahjani Dwirini R., konektivitas menjadi hal yang signifikan, khususnya dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Menurutnya, platform AIPA Connect akan mempermudah tukar-menukar informasi. Tidak hanya tentang produk legislasi, tetapi jauh ke depan, masing-masing bisa mempelajari sistem parlemen tiap-tiap negara kawasan.

“Sebab itu, acara ini dihadiri teman-teman peneliti, Karena mereka sering terkendala mendapatkan bahan saat melakukan penelitian. Nah, dengan AIPA Connect, kita punya koneksi ke semua parlemen, sehingga bisa mempermudah kajian bagi peneliti dan tenaga ahli," ungkap Endah.

Dengan berlakunya rangkaian AIPA Connect Roadshow ini, menjadikan Indonesia negara ke-7. Sebelumnya Sekretariat AIPA telah berkunjung ke negara AIPA lainnya, yaitu Manila, Hanoi, Bangkok, Na Pyi Taw, Phnom Penh dan Bandar Seri Begawan.(dia)