logo

Teropong Senayan

Kamis, 21 September 2017 | Edisi : Indonesia
Komentar

Boros Anggaran, Komisi V Kritik Program Mudik Gratis

Jumat, 09 Jun 2017 - 09:44:16 WIB
Mandra Pradipta, TEROPONGSENAYAN
29Mudik-gratis-motor.jpg
Sumber foto : Istimewa
Ilustrasi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Wakil Ketua Komisi V DPR Sigit Sosiantomo mengkritik program mudik gratis sepeda motor yang dilaksanakan pemerintah setiap tahun. Program yang menghabiskan dana sekitar Rp 90 miliar pada tahun 2017 ini dinilai hanya memboroskan anggaran dan tidak berdampak signifikan terhadap penurunan angka kecelakaan saat mudik.

"Setiap tahun pemerintah menggelontorkan dana puluhan miliar untuk program mudik gratis sepeda motor ini. Tapi, tidak bisa menekan angka kecelakaan terutama yang melibatkan sepeda motor. Pemudik dengan sepeda motor justru semakin meningkat setiap tahun dan memadati jalur-jalur mudik," kata Sigit saat dihubungi di Jakarta, Jumat (9/6/2017).

Diketahui, tahun ini Kemenhub dan BUMN kembali menggelar program angkutan sepeda motor dan mudik gratis. Untuk mengangkut 44.721 sepeda motor dan 208.435 penumpang pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 90 miliar. Jumlah sepeda motor dan penumpang yang diangkut tahun ini cukup signifikan yaitu naik 57% untuk jumlah penumpang dan naik 155% untuk jumlah sepeda motor.

Untuk moda darat, sepeda motor yang akan diangkut sejumlah 3.510 dan 54.900 penumpang. Sepeda motor tersebut akan diangkut dengan menggunakan 77 truk, sedangkan penumpangnya akan diangkut menggunakan 1.220 bus.

Untuk moda penyeberangan, akan dilayani oleh 2 ferry yaitu KMP Jatra Tiga dengan tujuan Lampung dan KMP Sebuku dengan tujuan Semarang. Jumlah sepeda motor yang akan diangkut oleh 2 ferry tersebut 5.000 dan 10.000 penumpang. Sedangkan moda laut, akan dilayani oeh 3 kapal Ro-Ro menuju Semarang yang akan mengangkut 16.000 sepeda motor dan 32.000 penumpang. Selain itu, moda kereta api akan mengangkut sejumlah 18.096 sepeda motor.

Angkutan mudik gratis yang digelar pemerintah dan menelan anggaran hampir 100 miliar ini tidak mampu mengurangi jumlah pengguna sepeda motor. Dari jumlah pemudik dengan sepeda motor yang diprediksi sebanyak 6,07 juta, hanya 44.721 motor yang diangkut (0,7%). Artinya masih ada 99,3% atau 6 juta lebih motor yang akan lmemadati jalur mudik.

"Sangat disayangkan dana sebesar Rp 90 miliar ini tidak akan berdampak langsung pada penurunan angka kecelakaan yang disebabkan oleh sepeda motor karena masih 99% motor menggunakan jalur mudik. Karena itu, efektifitas program ini harus ditinjau ulang. Jangan hanya menjadi proyek yang menghabiskan dana saja tapi tidak ada manfaatnya dan disisi lain membuat operator bus umum kehilangan penumpangnya," jelasnya.

Program mudik gratis ini semula diharapkan untuk mengurangi penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh. Namun, faktanya pemudik dengan sepeda motor selalu meningkat setiap tahun karena berbagai alasan kemudahan. Padahal, penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh memiliki potensi kecelakaan lalu lintas yang cukup besar sehingga keselamatan pemudik kurang terjamin.(yn)