logo

Teropong Senayan

Kamis, 21 September 2017 | Edisi : Indonesia
Komentar

Apresiasi Kinerja Ekonomi Pemerintah, Ini Penjelasan Taufik Kurniawan

Rabu, 04 Jan 2017 - 23:44:12 WIB
M Anwar, TEROPONGSENAYAN
75taufikkurniawan.jpg
Sumber foto : Istimewa
Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Wakil Ketua DPR Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan, Taufik Kurniawan mengapreasiasi kerja keras Pemerintah dalam mengelola anggaran negara hingga mendekati target APBN yang telah ditetapkan. Hal itu seiiring telah disampaikannya laporan tentang realisasi APBN-P 2016 oleh Kementerian Keuangan.

”Meski gejolak ekonomi dalam negeri yang tidak terlepas dari gejolak ekonomi global yang masih fluktuatif, kita masih mampu menunjukkan stabilitas yang cukup menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2016 yang ditargetkan sebesar 5,2 persen, dicapai sebesar 5 persen di akhir tahun,” ujar Taufik, Selasa (3/1/2017).

Sesuai prediksi, Indonesia mampu merealisasikan nilai tukar rupiah rata-rata Rp 13.307 per dollar AS menguat dibandingkam asumsi sebelumnya sebesar Rp 133.500 per dollar AS. Sementara itu, Indonesia juga mampu merealisasikan belanja negara sebesar Rp 1.859,5 triliun atau sekitar 89,3 persen.

Secara umum, Indonesia juga mampu menjaga defisit anggaran pada batas yang disepakati dalam APBN, yakni tidak lebih dari 3 persen. Realisasinya, defisit APBN-P 2016 sebesar 2,46 persen.

“Sementara itu, realisasi pajak masih kita akui belum sesuai ekspektasi kita dikarenakan banyak faktor. Namun secara umum mengalami pertumbuhan 4,2 persen, walaupun dalam hal realisasi masih rendah Rp 33 triliun dari target yang dicanangkan sejak Menteri Keuangan Sri Mulyani menjabat,” ujar Taufik.

Taufik Kurniawan berharap pertumbuhan ekonomi 5,1 hingga 5,5 persen di tahun 2017 dapat tercapai, Karena sinyal-sinyal perbaikan ekonomi semakin nampak dan ini perlu untuk mendapat dukungan dari banyak pihak.

Kondisi ini semua menunjukkan bahwa situasi ekonomi dalam negeri masih terkendali. Meski pada hari ini pembukaan IHSG ditandai dengan pelemahan sebesar 0,35 persen atau 179 poin ke level 5,278,8. Namun, dia optimis, mengingat Indonesia termasuk negara yang cukup gemilang lantaran masuk 5 besar di dunia dalam pencapaian pasar modal.

“ Realisasi APBN 2016 harus menjadi acuan bersama untuk terus bekerja keras. Intinya, kita harus realistis. Pemerintah tidak boleh muluk-muluk dalam menetapkan target pertumbuhan. Setiap saat jika mendesak, harus dikoreksi, meski hal tersebut disesuaikan dengan kerja keras kita semua,” pungkas Taufik.(dia/dbs)