logo

Teropong Senayan

Senin, 23 Januari 2017 | Edisi : Indonesia

Kunjungi Korban Banjir Bima, Fahri Hamzah Ingatkan Pesan Presiden Jokowi

Rabu, 28 Des 2016 - 23:13:03 WIB
M Anwar, TEROPONGSENAYAN
32fahribima.jpg
Sumber foto : www.dpr.go.id
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat mengunjungi lokasi banjir di Bima, Selasa (27/12/2016)

BIMA (TEROPONGSENAYAN)--Wakil ketua DPR RI Fahri Hamzah mengunjungi Kota Bima yang baru saja terkena banjir bandang. Tiba di Kota Bima, Selasa (27/12/2016) Fahri disambut oleh Walikota Bima H. Quraisy H Abidin, dan langsung mengadakan pertemuan terbatas dengan Pemerintah Kota Bima dan BNPB. Dari fihak BNPB hadir kepala BNPB Willem Ramoangilea.

Menjelaskan sebab-sebab bencana, Willem mengatakan bahwa telah terjadi curah hujan ekstrim, akibat adanya badai siklon tropis di Samudera Hindia. "Hal ini diiringi dengan kondisi sungai si kota Bima yang cukup memprihatinkan, sehingga air meluap kemana-mana", ujar Willem.

Willem menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan upaya penanganan pasca banjir. Diantaranya memberikan bantuan biaya kebersihan Rp. 500.000 per rumah, merevitalisasi sarana pendidikan, pelayanan kesehatan dll.

Selain itu juga diupayakan untuk melakukan relokasi rumah-rumah yang berada di bantaran kali. "Saat ini Pemkot Bima sdh membangun rumah susun dengan kapasitas 196 kepala keluarga. Saat ini kita fungsikan sebagai tempat pengungsian", ungkap Willem diamini oleh Walikota Bima.

Fahri Hamzah mengapresiasi segala upaya yang sudah dilakukan oleh BNPB dan jajaran Pemerintah lainnya. "Selanjutnya yang perlu dilakukan adalah memastikan database korban, dan relokasi supaya jangan ada lagi rumah di bantaran sungai", ungkap Fahri.

Fahri juga membesarkan hati Pemerintah Kota Bima yang sedang mengalami musibah, dan tetap bersyukur bahwa tidak ada korban jiwa pada bencana alam yang sangat dahsyat ini.

"Konsentrasi kita juga kepada kerugian masyarakat, karena ada ribuan ternak yang hanyut, dan lahan penghidupan masyarakat yang rusak", lanjut Fahri.

Dalam pertemuan tersebut dibahas juga rencana aksi percepatan pemulihan dampak bencana. Jika saat ini Walikota bisa memberikan SK database dampak bencana, maka BNPB bisa langsung mentransfer dana tanggap bencana.

Prioritas pemulihan dilakukan di seputar Pasar dan Terminal, agar roda ekonomi bisa bergerak kembali. Juga pembangunan kembali infrastruktur, seperti jembatan dan kantor-kantor pemerintah. Agar bencana tidak terjadi lagi, maka perlu dilakukan normalisasi sungai di Kota Bima.

Fahri mengingatkan sebagian arahan Presiden RI bahwa jika mau membangun rumah, jangan membelakangi sungai dan jangan di dekat sungai.

Fahri menekankan juga tentang penamaman kembali hutan-hutan yang sudah ditebang. Meskipun dampaknya terhadap penanganan banjir tidak terlalu besar, tapi itu penting karena jika ada pepohonan di hutan maka air ridak langsung meluncur ke bawah.

"Ke depan kita juga perlu lebih tegas dalam masalah kebersihan ini. Perda terkait kebersihan perlu ditegakkan", pungkas Fahri.(ris/dbs)