logo

Teropong Senayan

Jumat, 24 Pebruari 2017 | Edisi : Indonesia
Kunjungan Kerja

Lapas Kelebihan Kapasitas Picu Kejahatan Baru, Ini Penjelasan Ema Suryani

Selasa, 27 Des 2016 - 23:17:00 WIB
M Anwar, TEROPONGSENAYAN
64emamakassar.JPG
Sumber foto : Istimewa
Ema Suryani Runik dan Rombongan Komisi III DPR RI saat Kunjungan Kerja ke Makassar

MAKASSAR (TEROPONGSENAYAN)--Anggota Komisi III DPR Ema Suryani Ranik mengharapkan Kemenkumham melakukan langkah-langkah efektif untuk mengidentifikasi lapas mana saja yang over capacity (kelebihan kapasitas). Misalkan kelebihannya sudah sampai 300 persen maka perlu segera dilakukan perbaikan kondisi lapas, dengan membangun gedung baru sekaligus menambah ruangan dan juga menambah jumlah sipir.

“Lapas dengan kondisi over capacity cenderung akan menimbulkan tingkat kejahatan baru. Dalam ruang sempit dengan banyak orang, maka mudah menyulut emosi. Dari saling pukul, penganiayaan bahkan bisa terjadi pembunuhan,” tekan Erma Suryani kepada pers di sela-sela kunjungan kerja ke Sulsel belum lama ini di Makassar.

Lebih jauh politisi Demokrat ini menyatakan, persoalan over capacity (kelebihan kapasitas) lapas tidak hanya terjadi di Sulawes Selatan (Sulsel) tetapi hampir di seluruh Indonesia. Salah satu sebabnya adalah banyaknya kasus-kasus narkoba.

“Boleh dicek bahwa penghuni lapas-lapas sebagaian besar adalah kasus narkoba. Termasuk di Sulsel, 50 persen penghuni lapas karena kasus narkoba,” kata legislator dari Dapil Kalbar ini.

Dalam memproses korban kejahatan narkoba, menurut Erma kadang divonis hukuman penjara dan menjadi penghuni lapas, padahal mestinya ada yang tidak harus menghuni lapas melainkan bisa direhabilitasi. Kasus-kasus seperti itu akhirnya menambah jumlah napi di lapas.

Dikemukakan pula bahwa napi narkoba termasuk napi korupsi adalah bagian dari PP 99 yang tidak akan mendapatkan pembebasan bersyarat atau cuti bersyarat sehingga mereka akan selamanya di lapas sesuai dengan vonis hukumannya. Berbeda dengan kasus kejahatan lain seperti pencurian, pembunuhan dan lainnyan yang terbuka untuk mendapatkan pengurangan hukuman.

Terkait dengan penjelasan Kanwil Kemenkumham Sulsel, Erma Suryani mengatakan dari pemaparan yang disampaikan, sudah ada perbaikan maksimal. “Saya mengapresiasi langkah-langkah Kemenkumham terkait lapas di Sulsel ini. Mudah-mudahan dapat ditindaklanjuti pembangunan lapas-lapas lainnya,” papat Ema.(dia/dbs)