logo

Teropong Senayan

Jumat, 24 Pebruari 2017 | Edisi : Indonesia
Kunjungan Kerja

Komisi VI Minta Pertamina Bangun Sistem Pipanisasi

Jumat, 23 Des 2016 - 23:20:00 WIB
M Anwar , TEROPONGSENAYAN
26IMG_20161223_180138.jpg
Sumber foto : Istimewa
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI saat menerima cindera mata di Pekanbaru, Riau (20/12/2016)

PEKANBARU (TEROPONGSENAYAN)-- Untuk mendorong efisiensi anggaran distribusi minyak Pertamina dan peningkatan pendapatan Perusahaan Gas Negara (PGN), Komisi VI DPR RI minta Pertamina membangun sistem pipanisasi. Selain itu meminta PGN untuk melebarkan marketingnya ke jaringan konsumen retail. 

Hal tersebut mengemuka saat Komisi VI DPR RI Melakukan peninjauan ke Terminal BBM Sei Siak Marketing Operation Region I PT.Pertamina, Pekanbaru, Provinsi Riau, Selasa (20/12/2016). 

"Jaringan pipa ini bisa juga memakai katakan dengan yang ada disini seperti Chevron dan lain-lain. Jadi bisa bekerjasama. Nah begitu juga dengan memanfaatkan pembangunan jalan tol, dimana ini juga bisa di integrasikan dalam pembangunan proses pemipaan,  karena bagaimanapun juga dengan begini efisiensi secara biaya akan semakin kecil," ungkap Eriko Sotarduga ujar anggota Komisi VI DPR RI yang menjadi anggota rombongan Kunker.

Eriko menerangkan, bahwa hal ini guna menyikapi proses distribusi minyak Pertamina yang masih menggunakan kapal-kapal tongkang. Untuk itu, Komisi VI DPR RI Meminta Pertamina untuk memanfaatkan pembangunan  jaringan pipa. 

Ketua tim Kunker Riau Wakil Ketua Komisi VI DPR Mohammad Hekal mengatakan, kebutuhan BBM Pertamina Wilayah Riau mencukupi dan aman, terkecuali beberapa pulau terluar seperti pulau Meranti dan pulau-pulau terluar lainnya yang belum terhubung. Menurutnya, Pertamina masih perlu beberapa depo-depo untuk melayani masyarakat walaupun tidak terlalu menguntungkan.

Dalam kesempatan ini, Mohammad Hekal pun menerangkan terkait menurunnya pendapatan Perusahaan Gas Negara (PGN), Hekal mendorong agar PGN merambah industri rumahan atau konsumen retail. 

"PGN itu punya pipa-pipa besar disini, tapi mereka pada kondisi saat sekarang mengalami pendapatan yang menurun karena mereka klien nya semua industri besar kita dorong mereka siapnya memperbesar konsumen retail itu untuk rumah tangga, karena itu nanti pada saat ekonomi dunia naik turun yang akan stabil justru konsumen perumahan gitu kan," ujar Hekal.(dia/dbs)