logo

Teropong Senayan

Selasa, 25 Juli 2017 | Edisi : Indonesia
Info DPR

Ketika PIA DPR Bersama Generasi Millenia Bicara Sumpah Pemuda

Sabtu, 20 Okt 2016 - 12:12:15 WIB
Bara Ilyasa, TEROPONGSENAYAN
65HR-2395.jpg
Sumber foto : Istimewa
Fitri Achmad Mustaqim dan Alya Baskoro Yudhoyono

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-- Ketika siswa-siswi SMA memaknai sumpah pemuda, maka yang muncul adalah sikap kritis akan kondisi sekelilingnya. Hal tersebut terungkap dalam talkshow yang diselenggarakan Persaudaraan Isteri Anggota (PIA) DPR RI, di Gedung Nusantara, Senayan Jakarta, Kamis (20/10/2016). 

“ Ini merupakan salah satu program dari PIA DPR. Adapun tujuan kami mengadakan talk show bertajuk Generasi Millenia Bicara Sumpah Pemuda ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pemaknaan dan pengimplementasian peristiwa sumpah pemuda tahun 1928 silam di kehidupan pemuda-pemudi masa kini,”ujar Ketua Panitia Talk show, Fitri Achmad Mustaqim menjelaskan tujuan dari  diselenggarakannnya acara tersebut. 

Sementara itu  Alya Baskoro Yudhoyono yang saat itu dipercaya sebagai moderator talk show mengatakan bahwa  tidak sedikit siswa-siswi dalam karya tulisnya mengritisi tentang kondisi di sekitarnya yang mereka lihat dan rasakan. Diantaranya kondisi akan kurangnya rasa nasionalisme yang ditandai dengan maraknya penggunaan produk-produk asing disbanding produk dalam negeri. Pengadopsian budaya luar yang tidak sesuai dengan budaya bangsa. Serta kurangnya norma kesusilaan dan sopan santun.   

“Kami sengaja meminta mereka (siswa-siswi SMA-red) untuk menjadi panelis dengan membuat essai atau karya tulis tentang sumpah pemuda yang mereka presentasikan langsung dihadapan audience atau peserta talkshow. Dan terlihat sekali sikap kritis mereka akan kondisi disekitarnya , misalnya kritikan akan kurangnya rasa nasionalisme yang ditandai dengan maraknya penggunaan produk asing disbanding produk dalam negeri, serta berbagai contoh lainnya,” papar Alya.

Tidak hanya itu, pada kesempatan itu lanjut Alya pihaknya juga mencoba mengarahkan dan mengajarkan kepada para siswa akan tantangan di masa depan yang harus mereka jalani dan sikapi. Olehkarena itulah PIA juga mengundang Profesor Yohannes Surya yang ikut menjelaskan tantangan yang akan dihadapi di masa depan, dari sisi ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi. Serta bagaimana cara menyikapi hal tersebut.

“Kami juga mengundang Prof Yohannes Surya untuk ikut memberikan penjelasan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ke depan, beserta tantangan yang harus dihadapi generasi muda ke depan. Dengan demikian para siswa dapat menyikapi dan menemukan solusi terbaik dari tantangan tersebut. Dan saya lihat anak-anak enjoy dan happy dalam mengikuti talkshow ini. Semoga program seperti ini yang melibatkan para siswa-siswi dapat terus digelar,”ujar Alya yang diamini oleh Fitri.(dia/dpr.go.id)