logo

Teropong Senayan

Jumat, 22 September 2017 | Edisi : Indonesia
Berita Dapil

Komisi V Tinjau Lokasi Waduk dan Pelabuhan di Kabupaten Ngada

Kamis, 14 Okt 2016 - 17:30:30 WIB
Sahlan Ake, TEROPONGSENAYAN
67KomisiVNgada.jpg
Sumber foto : Istimewa
Anggota DPR RI saat kunjungan kerja ke Kabupaten Ngada, NTT

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Kabupaten Ngada di Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang giat membangun infrastrukturnya. Kali ini, Komisi V meninjau langsung rencana lokasi pembangunan waduk dan melihat dari dekat fasilitas Pelabuhan Aimere.

Sebagian besar anggaran untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Ngada sudah dicairkan. Tidak hanya untuk pembangunan akses jalan, untuk pembangunan waduk pun anggarannya sudah disiapkan. Dan pembangunan waduk dipandang sangat penting oleh Pemda setempat untuk mengatasi kesulitan akses air bersih.

Di Kampung Wawa, Desa Kaligejo, tepat di lembah perbukitan, akan dibangun waduk bagi warga setempat. Lokasinya sangat terisolir di tengah topografi yang berbukit dengan akses jalan yang sangat sulit dilalui. Delegasi Komisi V yang dipimpin Ketua Komisi V DPR  Fary Djemi Francis, Jum’at (14/10) mendatangi langsung kampung tempat rencana waduk ini dibangun.

"2017 akan diadakan studi kelayakan atas lokasi waduk ini. Kelak waduk ini bisa menampung 25 sampai 50 meter kubik air. Dan butuh waktu sekitar tiga tahun untuk merampungkan waduk tersebut. Dan sebelum waduk terbangun, akan dibangun sementara tiga embung. Komisi V tinggal menunggu laporan hasil studi kelayakan, setelah itu baru diputuskan," jelas Fary.

Setelah melihat lokasi waduk, delegasi Komisi V juga menyempatkan diri melihat Pelabuhan Aimere. Pelabuhan penyeberangan ini masih sangat minim fasilitas, belum ada terminal penumpang yang secara permanen dibangun. Dibutuhkan anggaran dan perencanaan kembali untuk membangun pelabuhan menjadi lebih baik.

Fary menambahkan, semua tinjauan ini menjadi catatan penting bagi Komisi V untuk dibicarakan dengan kementerian terkait. Para anggota Komisi V yang ikut meninjau adalah Sadarestuwati, Saifullah Rasyid, Sahat Silaban, dan Syahrulan Pua Sawa.(dia/dpr.go.id)